Posts

Masa Orientasi Salesman

1 Februari 2017, hari pertama Jali bekerja sebagai salesman.

Anto : Pagi Jali, selamat mulai hari ini 1 Februari 2017 kamu resmi bekerja sebagai salesman diperusahaan ini. Masa percobaan kamu adalah 3 bulan. Bila selama 3 bulan ini kamu tidak mencapai target yang diberikan maka kamu tidak akan diperpanjang.

Jali : Baik pak Anto, saya siap pak.

Anto : Bagus, sebentar saya akan ajak kamu ke ruang Pak Dudung. Beliau adalah seorang pimpinan yang target oriented.

Jali : Target Oriented itu maksudnya apa pak?

Anto : Maksudnya beliau itu sangat fokus kepada pencapaian target penjualan. Jadi kamu harus bisa mengimbangi cara kerja pak Dudung. Intinya : Jualan… Jualan… Jualan… Omset … Omset … Omset…

Jali : Siap pak. Jualan…Jualan… Jualan…Omset … Omset …. Omset

Anto : Nah gitu bagus, yuk kita jalan.

Di ruangan pak Dudung

Anto : Pagi Pak Dudung, ini Jali salesman baru yang akan masuk di team bapak dan akan mulai bekerja hari ini.

Dudung :  Ok makasih pak Anto. Biar nanti saya akan bicara dengan anak ini. Ditinggal aja pak.

Anto : Baik pak, saya pamit dulu

Dudung : Siapa nama kamu?

Jali : Saya Jali pak.

Dudung : Hmmh… Ok, selamat bergabung di team saya. Kamu tahu apa tugas kamu di perusahaan ini?

Jali : Tahu pak. Tugas saya Jualan… Jualan… Jualan… Omset … Omset … Omset

Dudung : Hahahahhahaa…. Bagus, kamu sudah ngerti. Tambahin sedikit JOS : Jualan, Omset, Sukses. Coba ulangi.

Jali : Siap pak, salam JOS : Jualan.. Omset … Sukses…

Dudung : Gitu lebih bagus, pagi ini saya mau urus project dulu dengan Big Client. Jadi kamu beberapa hari ini akan didampingi langsung oleh Sales Senior namanya Beny.

Benn……. Sini kamu.

Taklama kemudian masuklah Beny seorang salesman senior.

Beny : Siap pak Dudung. Salam JOS

Dudung : Ini ada anak baru namanya Jali, tolong kamu temani dan dampingi dia biar bisa jualan. Soalnya saya beberapa hari ini musti urus Project.

Beny : Siap Pak. Ayo kamu Jali ikut saya.

Jali : Baik pak

Benny mengajak Jali bertemu dengan Iwan sales senior lainnya.

Beny : Wan, kenalin nih sales baru

Iwan : Siapa nama elu?

Jali : Jali pak Iwan.

Iwan : Eh, udah tahu belom kalau sales baru diperusahaan ini dapat sepatu baru.

Jali : Belum tahu pak

Iwan : Wah kok belum tahu sih. Gimana sih elu Ben, nih anak gak dikasih tahu ( sambil melirik ke Beny )

Beny : Oh iya gw lupa loh. Jali, kamu musti menghadap ke bu Aling. Ruangannya tuh di ujung dekat pintu dapur kantor. Bu Aling yang kacamata dan pakai baju merah. Beliau baru merayakan Imlek. Nanti kamu sapa dan bilang met imlek terus minta sepatu baru karena kamu karyawan baru.

Jali : Baik pak Beny.

Jalipun pergi menghadap bu Aling.

Jali : Permisi Bu ….

Aling : iya ada apa, siapa kamu?

Jali : Saya Jali sales baru diperusahaan ini bu. sebelumnya saya mau ucapin Gong Xi Fa Cai dulu bu.

Aling : (dengan sinis) iya makasih, terus kamu mau ngapain ke ruang saya.

Jali : Saya mau ambil sepatu baru bu.

Aling : Sepatu baru…. Elu pikir gw tukang sepatu…. Baca gak tuh tulisan di depan. Ruang Finance bukan toko sepatu. ( sambil tolak pinggang dan melotot )

Jali : Emmm… Maaf bu. Soalnya katanya karyawan baru harus menghadap Ibu Aling untuk dapat sepatu baru.

Aling : Bapak Moyang elu yang nyuruh, udah sono pergi… Jangan bikin gw naik darah pagi-pagi.

Jali : Baaaaaaiiiiikkk bu….

Jali buru-buru kabur dari hadapan bu Aling dan balik ke Beny dan Iwan

Beny : Gimana Jali dapat sepatu barunya?

Jali : Boro-boro dapat sepatu baru pak, saya diomelin sama Bu Aling.

Iwan : Hahahaha…. Itu namanya ujian buat sales baru Jali. Jadi sales itu musti kuat dan tahan banting.

Beny : Hahahahha… Betul Jali, bu Aling itu terkenal paling galak di kantor ini. Kalau kamu bisa naklukin bu Aling maka kamu pasti jadi sales yang hebat. Udah yuk kita keluar dulu

Jalipun pergi mengikuti Beny dan Iwan.

Jali : Pak, kita kok ke warung kopi.

Beny : Jali, jadi sales itu harus pintar bergaul. Di warung kopi kita ketemu dengan berbagai macam orang. Udah kamu pesen kopi dulu sana!

Jali : Baik pak.

Jalipun akhirnya nongkrong di warung kopi sampai jam 13.00 siang.

Iwan : Ben, gw jalan dulu yah.

Beny : Mau kemana luh?

Iwan : Mau mijet dulu gw, udah 2 minggu gak absen nih.

Beny : Ok, salam sama Sri yah.

Jali : Pak, emang kita jualan alat pijet?

Beny : Enggak lah, emang kenapa?

Jali : kok Pak Iwan pergi ke tempat pijet?

Benny : Oh dia ada urusan sama pemilik panti pijetnya. Udah ah jangan banyak tanya, elu ikut gw aja ke Glodok sekarang

Jali : Baik pak

Di kawasan Glodok

Beny : Elu ikut gw dulu yah kunjungan ke langganan gw.

Jali : Baik Pak

Beny : Pagi Ko Acuan, Kiong Hie ko. Semoga tahun ayam tambah banyak cuan

Acuan : Kiong Hie Beny, elu kemana aja gak datang-datang nih. Gw ada order barang sama elu tuh belum dikirim. Dari sebelum imlek sampai sudah lewat Imlek belum datang juga tuh barang. Apa tunggu lebaran kuda baru datang tuh barang!

Beny : ko Acuan jangan marah-marah dulu. Lagi suasana Imlek gak bagus marah-marah. Barang yang engko pesen tuh masih kosong. Gak percaya nih tanya sama temen sekantor saya. Iya kan barangnya masih kosong Jali?

Jali : Ehmm. Kayaknya tadi saya lihat di kantor sih banyak barang pak. (Muka lugu)

Acuan : Tuh temen elu bilang ada barangnya, gimana sih elu Beny?

Beny : (sambil nginjak kaki Jali) Bukan ko Acuan, maksud si Jali barang yang lain. Iya kan Jali (melotot ke arah Jali)

Jali : (menahan sakit) Iii…ya… Barangnya beda ko….

Beny : Tuh kan ko Acuan barangnya kosong.

Demikianlah di hari pertama Jali bekerja, Ia mendapat banyak pengalaman baru. Salam JOS, di omelin Bu Aling, nongkrong di warung kopi sampai siang, melihat sales yang rajin ke panti pijit sampai di injak sepatu barunya gara-gara salah jawab.

Inilah MOS nya Jali alias Masa Orientasi Salesman.

Salam JOS!

Perbaikan Penampilan Perbaikan Penghasilan


Customer will not entrust their money to people whose appearance is not convincing

Mengapa ketika pameran banyak perusahaan menggunakan SPG yang tinggi, cantik dan menarik?
Jelas sekali tujuannya adalah untuk menarik perhatian calon pelanggan agar mereka berhenti, minimal melihat sang SPG lalu mau melihat produk yang di tawarkannya.

Bayangkan kalau ada suatu stand dipameran dimana yang menjaga standnya adalah nenek-nenek dengan uban putih dan rambut panjang yang terurai berantakan, bayangkan siapa yang mau datang? Jangankan datang, melewati standnya saja mungkin sudah takut.

Kedua ilustrasi diatas menjelaskan tentang betapa pentingnya penampilan seseorang sehingga membuat orang lain tertarik ataupun tidak tertarik.

Hal ini sangatlah penting khususnya bagi seorang Sales yang akan bertemu dengan pelanggan, apalagi pelanggan yang baru pertama kali ditemuinya.

Pagi ini sebelum Anda bekerja cobalah sempatkan sedikit waktu untuk melihat dikaca bagaimana penampilan anda. Perhatikan rambut, kumis dan juga baju yang Anda pakai .

Dan bayangkan seolah-olah Anda menjadi orang lain dan melihat diri Anda, kira-kira ketika melihatnya apakah Anda akan tertarik atau malah tidak percaya ketika melihat penampilan Anda sendiri?

Kalau memang masih belum rapi, luangkanlah waktu sebentar untuk merapikannya. Bila koleksi baju Anda sudah mulai kusam, sore ini sepulang kerja luangkanlah waktu untuk membeli baju baru atau bila rambut Anda mulai panjang dan berantakan pergilah ke salon untuk merapikan rambut anda.

Keberhasilan sebuah penjualan diawali oleh KESAN PERTAMA yang baik. Dan KESAN PERTAMA dimulai dari apa yang pertama kali terlihat yaitu PENAMPILAN anda.

Miliki Passion

Nothing great in the world has been accomplished without passion. Georg Wilhelm

Seringkali banyak orang ingin mengetahui apa RAHASIA SUKSES dari orang-orang HEBAT, sehingga mereka bisa berhasil. Dengan mengetahui RAHASIA mereka berharap bisa ikut menjadi Hebat dan Berhasil.

Richard Branson menyatakan bahwa salah satu RAHASIA SUKSES sehingga ia bisa memiliki lebih dari 300 perusahaan di dunia dan menjadi Konglomerat dunia adalah karena ia memiliki PASSION terhadap apa yang dilakukannya.

Richard menegaskan”You must have a Passion for what you decide to do”

Dalam Longman Dictionary of Contemporary of English, Passion adalah ”a very strong belief or feeling about something.” atau ”a very strong liking for something.” atau kalau diterjemahkan secara bebas maka Passion adalah sesuatu kepercayaan atau feeling yang kuat terhadap sesuatu ; sesuatu rasa suka yang besar terhadap sesuatu. Sesuatu dalam hal ini adalah apa yang sudah ataupun ingin kita kerjakan.

Contohnya saya mempunyai rasa suka yang sangat besar sekali ketika berbicara di depan banyak orang, menjadi sales trainer yang memberikan pelatihan dan membawakan materi training kepada orang sales membuat saya bersemangat dan bergairah. Atau ada juga orang yang bersemangat sekali ketika mengutak-atik komputer bahkan terkadang sampai pagi, hal itu melelahkan tapi juga menyenangkan. Itulah yang disebut dengan PASSION.

Richard Branson sangat bergairah, bersemangat ( PASSION ) ketika ada tantangan baru untuk membuka perusahaan baru ataupun melakukan sesuatu yang OUT OF THE BOX seperti tour ke luar angkasa.

Selain Richard, seorang Warren Buffet juga melakukan apa yang dia sukai setiap harinya.

Berikut ini adalah salah satu kutipan dari Warren Buffet “If there is any difference between you and me, it may simply be that I get up every day and have a chance to do what I love to do, every day. If you want to learn anything from me, this is the best advice I can give you.”

Jadi bila Anda ingin menjadi berhasil seperti Richard Branson atau Warren Buffet salah satu yang harus dimiliki adalah Passion terhadap apa yang dikerjakan.

Anda mungkin tidak bisa menjadi seperti orang lain, tapi paling tidak ketika ada PASSION dalam melakukan pekerjaan, maka Anda akan lebih bergairah dan memiliki kesempatan berhasil yang jauh lebih besar.

Sedikit Lebih Baik

sedikit lebih baikJika seekor kuda mengikuti lomba balap kuda dan menang dengan perbedaan jarak hanya sehidung dari kuda lawannya, kuda tersebut memenangkan 10 kali lipat hadiah uang daripada kuda yang kalah. Pertanyaannya : Apakah kuda yang menang sehidung 10 kali lipat lebih cepat daripada kuda yang kalah sehidung? Apakah ia 10% lebih cepat? TIDAK, Ia hanya lebih cepat sehidung, tetapi itu berarti perbedaan uang hadiah sebesar 10 kali lipat atau 1.000% (seribu persen).

Jika seorang sales berhasil mendapatkan penjualan di pasar yang kompetitif, apakah ia 10 x lebih baik daripada sales yang tidak dapat menjual? Tentu saja Tidak!

Kadang penyebab pelanggan membeli dari satu sales dan tidak dari yang lain hanyalah sebuah hal teknis kecil.

Dalam berjualan, Anda hanya perlu menjadi sedikit lebih baik dan berbeda pada seluruh aspek penjualan agar pada akhirnya semua terakumulasi menjadi pemasukan yang jauh berbeda.

President dan CEO dari Chrysler Corporation, Lee Iacocca, mengatakan: “Apply yourself. Get all the education you can, but then, by God, do something. Don’t just stand there, make it happen”.

Anda tidak perlu menjadi “tenaga penjual super” dan melompati bangunan tinggi dengan sekali lompatan. Tetapi Anda harus melihat profesi Anda dengan serius dan mempelajarinya sebagaimana seorang dokter atau pengacara mempelajari profesinya.

Anda harus memaksa diri bekerja keras sambil mengasah ketrampilan dan pengetahuan Anda. Anda harus belajar dan berkembang setiap hari.

Ketika Anda melakukan semua ini, masa depan yang terbentang di depan Anda akan benar-benar tidak terbatas. Tidak ada batas untuk seberapa jauh atau seberapa tinggi yang dapat Anda capai dalam profesi penjualan.

Ketika Anda menjadi semakin baik, Anda akan menjual kepada pelanggan yang lebih banyak dan lebih baik lagi. Dan akhirnya penghasilan yang Anda terima akan semakin tinggi dan semakin tinggi lagi.
“GOOD IS THE ENEMY OF GREAT. And that is one of the key reasons why we have so little that becomes great. We don’t have great schools, principally because we have good schools. We don’t have great government, principally because we have good government. Few people attain great lives, in large part because it is just so easy to settle for a good life. The vast majority of organizations never become great, precisely because the vast majority become quite good-and that is the main problem”. Jim Collins

Bila hari ini ada suatu penawaran yang diberikan kepada Anda apakah Anda ingin mendapatkan sesuatu yang baik ataukah yang terbaik, kira-kira apa jawaban Anda?

Pada umumnya setiap orang ingin mendapatkan yang terbaik.

Tetapi ketika ditanya apakah Anda ingin memberikan yang baik atau yang TERBAIK kepada perusahaan atau keluarga? Umumnya Anda ingin memberikan yang terbaik tetapi seringkali ketika memberikan yang baik rasanya sudah cukup dan tidak perlu memberikan yang TERBAIK.

Jim Collins dalam bukunya Good to Great menjelaskan bahwa musuh dari Great adalah Good. Karena ketika seseorang sudah merasa baik maka seringkali ia berhenti dan tidak mau melangkah ke tahap “Great”.

Rekan-rekan sales biarlah statement yang Jim Collins berikan pagi ini menantang Anda untuk tidak berhenti pada tahap “Good” ketika bekerja tetapi marilah maju ke tahap “Great”

Kalau ingin mendapatkan hasil yang “GREAT” maka Andapun harus memberikan yang “GREAT”.

Marilah bersama berkomitmen untuk berubah mulai hari ini From Good to Great.

Maximize Your Sales – PT.Assab

The Importance of Creativity in Business – PT.Datascrip

Saya Gak Jualan

saya gak jualanMinggu siang saya sedang menunggu anak yang sedang berlatih gitar. Di sebelah saya ada seorang teman yang ngajak ngobrol.

Tak lama kemudian teman saya menceritakan bahwa dia sedang minum suplemen dan memberi dampak yang bagus bagi kesehatannya.

Sepanjang pembicaraan kami ada satu kalimat yang menarik perhatian saya, ketika dia berkata bahwa

“Ia tidak jualan, karena ia memakai produknya dan mendapatkan khasiatnya. Intinya ia hanya menceritakan manfaat dari produk yang dipakainya kepada teman-teman. Ia bukan seorang sales, karena sales itu menjual tapi belum tentu memakai produk yang mereka jual.”

Dalam hati saya timbul pertanyaan, jadi kalau mensharingkan manfaat produk tapi tujuannya agar orang yang mendengar akhirnya membeli produk itu namanya bukan jualan?

Melalui tulisan ini saya tidak mengatakan bahwa teman saya ini salah, tetapi realita dilapangan saya banyak menemui orang yang seringkali malu dan tidak mau disebut bahwa mereka seorang penjual apalagi di sebut sebagai sales.

Padahal jelas-jelas apa yang dikerjakan adalah menawarkan produk/jasa. Dan orang yang menawarkan produk/jasa bagaimanapun caranya di sebut juga dengan seorang penjual atau seorang Sales.

Terbesit pertanyaan dalam hati saya “Ada apa dengan sales?”

Apakah menjadi seorang sales akan merendahkan martabat dan harga diri seseorang? Bagaimana menurut pendapat Anda?

Saya sendiri berpendapat bahwa tidaklah perlu malu mengakui diri Anda seorang penjual atau seorang Sales.

Karena sales adalah profesi terhormat. Kalau ada orang yang masih merendahkan profesi sales, itu karena mereka belum memahami secara benar tentang profesi sales dan dampaknya terhadap kemajuan sebuah perusahaan dan juga kemajuan ekonomi suatu negara.

Saya berharap tulisan saya ini bisa di baca oleh setiap orang yang pekerjaannya menjual. Dan saya ingin mengajak Anda untuk tidak perlu sungkan ataupun malu bila di sebut sebagai seorang sales.

Mari kita kampanyekan kepada masyarakat Indonesia bahwa Sales adalah profesi terhormat mulai dengan cara sederhana yaitu mengatakan kepada orang-orang yang Anda kenal bahwa Anda seorang Sales bukan Marketing, Konsultan atau apapun sebutan lainnya yang akan mengaburkan profesi Sales.

Saatnya setiap Orang Sales menyatakan kebanggaannya sebagai seorang Sales.

Salam Bangga Jadi Orang Sales,

Dedy Budiman M.Pd
Champion Sales Trainer
Founder KOMISI (Komunitas Sales Indonesia)

Aturan Main Sudah Berubah

aturan main dedy budiman“Realize that the rules have changed”. Denis Waitley

Kalau sekarang ini Anda ingin membeli suatu barang dimana Anda mencari informasinya? Apakah mencarinya di buku kuning (yellow pages) atau di google?

Pertanyaan yang sama juga saya ajukan dalam acara sales training beberapa waktu yang lalu di Palembang. Ternyata dari sekian banyak peserta yang hadir tidak satupun yang menggunakan lagi ”buku kuning” untuk mencari informasi produk.

Sadar ataupun tidak perubahan telah terjadi dengan begitu cepat di depan mata kita. Dan ironisnya masih banyak orang yang bekerja dengan menggunakan cara-cara yang lama yang mungkin 10 tahun lalu masih efektif tapi saat ini sudah tidak lagi berguna.

Misalnya menjual dengan cara ”door to door”, dulu cara ini merupakan cara yang paling banyak digunakan oleh orang sales tetapi apakah sekarang cara ini masih efektif dengan kondisi jalan yang makin macet dan orang yang makin sibuk dan sulit ditemui? Anda sendiri yang tahu jawabannya.

Tetapi di sisi lain ada suatu cara dimana kita bisa menjual dan menginformasikan produk/ jasa kepada ribuan orang dalam waktu yang singkat dengan menggunakan internet.

Inilah poin penting yang harus kita sadari, aturan main dalam menjual sudah berubah. Daripada melatih kaki agar kuat keliling gedung untuk membagikan brosur lebih baik Anda latih kemampuan agar bisa membuat penjualan yang menarik lewat Internet.

dinosaurusDinosaurus adalah binatang yang sangat besar dan kuat tapi akhirnya punah karena terimbas perubahan. Untuk itu janganlah merasa bahwa kita sudah terlalu besar dan hebat sehingga tidak berubah. Sebentar lagi Manusia akan digantikan mesin.

Hari ini diberitakan akan ada DEMONSTRASI oleh ribuan orang di Jakarta, beritanya sudah beredar luas di media masa sejak beberapa hari yang lalu.

Bicara mengenai DEMONSTRASI, saya ingin bertanya : Apakah Anda akan mendukung apabila saat ini ada RATUSAN RIBU orang yang demo kepada pemerintah agar mesin ATM tidak boleh lagi digunakan tetapi diganti dengan petugas teller? Alasannya sederhana karena 1 mesin ATM bisa menyerap 3 pekerja ( untuk 3 shift ) berarti kalau ada katakanlah 100.000 mesin ATM, maka bisa menyerap 300.000 tenaga kerja. Apakah Anda akan mendukung atau menggabaikannya?

Terlepas dari ada dukungan atau tidak tentu akan sulit bila mesin ATM diganti lagi dengan manusia. Karena ada banyak kelebihan dari mesin yang tidak dimiliki oleh manusia. Sebenarnya hal ini tidak hanya terjadi dengan mesin ATM, tetapi coba lihat petugas jaga parkir, petugas jaga tol yang mulai digantikan dengan mesin otomatis dan banyak lagi profesi lainnya.

Realita ini menunjukkan bahwa semakin kedepan banyak peran manusia sedikit demi sedikit akan digantikan oleh mesin. Untuk itu cobalah luangkan waktu sejenak bagaimana dengan pekerjaan Anda sekarang, apakah suatu saat pekerjaan andapun akan digantikan oleh mesin / komputer?

Bagi Anda yang berporfesi sebagai sales cobalah lihat sekarang ini semakin banyak pelanggan yang membeli barang secara ONLINE. Ketika mereka membeli barang secara online maka pelanggan tidak lagi memerlukan salesman tapi cukup mengisi formulir pembelian. Demikian juga profesi lainnya.

Siapkah diri Anda bersaing dengan teknologi yang semakin canggih dan secara perlahan tapi pasti menggeser peran anda?

Janganlah dulu menjadi takut dan khawatir karena ada banyak hal yang bisa dilakukan agar bisa tetap bersaing dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dan pagi ini saya mensharingkan 2 hal diantaranya:

1.Sadarilah bahwa teknologi memang canggih tapi sebenarnya OTAK Anda yang diberikan oleh TUHAN jauh lebih canggih.
Untuk itu gunakanlah Otak Anda dalam bekerja. Coba bayangkan apakah mungkin peran seorang CEO yang berpikir strategis tentang perusahaan bisa digantikan oleh mesin/teknologi? Akan jauh lebih sulit tentunya dibandingkan dengan para sales people yang tugasnya hanya membagikan brosur yang akan dengan mudah digantikan dengan email blast yang sekali kirim bisa menjangkau jutaan calon pelanggan. Jadi gunakanlah Otak Anda dalam bekerja, jangan hanya mengandalkan Otot

2.Temukan potensi kekuatan dari diri Anda.
Tidak ada satupun manusia yang bisa mengerjakan segala hal dengan sangat baik dan sempurna. Selalu ada sisi kekuatan dan kelemahan dari setiap pribadi, hal ini terjadi karena memang Tuhan memberikan kepada manusia Talenta / Bakat yang berbeda untuk melakukan peranan yang berbeda pula. Seorang Marketer (yang memikirkan strategi pemasaran) belum tentu bisa menjadi seorang penjual produk yang baik, demikian juga sebaliknya. Untuk itu agar Anda bisa menang dalam persaingan kompetisi yang semakin ketat dan agar peran Anda tidak digantikan oleh mesin, temukanlah pekerjaan yang sesuai dengan bakat Anda dan kembangkanlah sehingga menjadi sebuah kekuatan yang tidak akan bisa digantikan bahkan oleh teknologi secanggih apapun.

Coba lihat apakah mungkin Warren Buffet bisa digantikan oleh software yang canggih ? atau mungkinkah suara emas Mariah Carey bisa digantikan oleh software audio ?

Jadi pada akhirnya perubahan teknologi boleh semakin canggih tetapi kalau Anda bekerja menggunakan Otak dan Kekuatan yang dimiliki maka Anda tidak perlu kuatir. Malah Anda bisa mengunakan teknologi untuk mendorong Anda lebih maju.

Tetapi bila pekerjaan Anda sekarang ini lebih mengandalkan otot dan tidak sesuai dengan potensi kekuatan yang Anda miliki, mungkin saatnya bagi Anda untuk berpikir ulang sebelum terlambat.

Roadshow Transvision UNISBA

Isi Otak mempengaruhi Isi Dompet

“Lebih baik dompet kosong daripada Otak kosong” pepatah Jerman.

Dalam sebuah penelitian ditemukan data bahwa seumur hidup manusia hanya sekitar 20% kapasitas otak yang digunakan, 80% lainnya belum diketahui. Ini menguatkan indikasi keterkaitan antara kepikunan dengan optimalisasi otak kita.  Melihat kemampuan dan kapasitas otak yang luar biasa, wajar saja kalau ada pernyataan bahwa tidak ada manusia yang bodoh.

Kebodohan merupakan hal yang terimplikasi oleh kemalasan, artinya, orang yang merasa tidak cerdas, sebenarnya bukan bodoh, melainkan kurang memaksimalkan kinerja dan kemampuan otaknya.

Untuk itu sudah seharusnya setiap manusia mengoptimalkan kinerja otaknya, seperti diketahui bahwa semakin tinggi posisi di perusahaan maka semakin dituntut kinerja Otak dan semakin sedikit peranan otot.

Bahasa sehari-harinya sering disebut kerja menggunakan Otak dibayar jauh Lebih Mahal dibandingkan kerja dengan menggunakan Otot.

Kemampuan otak manusia akan optimal jika fungsi kerja saraf-saraf otak terhubung dengan baik. Berikut ini ada 5 cara sederhana yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan kerja otak Anda:

  1. Biasakan sarapan. Sarapan merupakan energi untuk aktivitas Anda. Dengan sarapan, berarti Anda memiliki cadangan energi agar tetap fit dalam beraktivitas.
  2. Hindari makan yang berlebih. Mengontrol nafsu makan sama pentingnya dengan mengontrol emosi. Terlalu banyak makan akan mengeraskan pembuluh otak. Dalam jangka waktu tertentu, pengerasan pembuluh otak biasanya menuntun Anda pada menurunnya kekuatan mental.
  3. Hindari merokok. Merokok menyebabkan otak bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya.
  4. Tidur dan istirahat yang cukup. Tidur tidak sekedar mengistirahatkan tubuh, tetapi juga mengistirahatkan otak. Memaksakan otak bekerja keras tanpa istirahat sama dengan membunuh banyak sel-sel otak Anda.
  5. Terakhir dan yang paling penting adalah memberi makan otak Anda. Bayangkan Anda berpikir setiap hari dengan otak anda, berpikir dan berpikir. Ini sama dengan otak Anda berproduksi untuk menghasilkan sesuatu, ada sesuatu yang dihasilkan. Kalau ada sesuatu yang dikeluarkan maka tentu harus ada yang dimasukkan. Untuk itulah Anda harus terus memberi makan otak Anda antara lain dengan: membaca buku, mendengarkan CD-CD yang berhubungan dengan pekerjaan dan meningkatkan pengetahuan anda, ikut terlibat dalam diskusi yang membangun (bukan ngerumpi). Semakin sering Anda mengisi otak Anda maka percayalah otak Anda akan lebih maksimal kinerjanya.

Kini Anda sudah mengetahui bagaimana meningkatkan kinerja otak  dan Anda tahu bahwa semakin tinggi kinerja otak maka akan ada korelasinya dengan hasil Penjualan Anda.

Jadi kalau selama ini Penjualan Anda tidak meningkat mungkin salah satunya karena Anda tidak pernah mengoptimalkan Otak Anda.

Lakukan sekarang dan Anda akan merasakan hasilnya.

Portfolio Items