Posts

Move On

move-on dedy budimanBenjamin Franklin mengatakan: “I didn’t fail the test, I just found 100 ways to do it wrong” .

Tahun 1306, Robert the Bruce dari Skotlandia dan pasukannya telah berperang melawan Raja Edward I dari Inggris. Peperangan tersebut tentu saja menguras tenaga dan pikiran. Di tengah-tengah peperangan tsb, pada waktu Robert berbaring di lumbung,  dalam kelelahanya dia memperhatikan seekor laba-laba yang sedang membuat jaring, yang ternyata tidak mudah.

Berkali-kali laba-laba tersebut menemui kegagalan dan mencoba untuk memperbaikinya kembali, begitu terus dilakukannya sampai sebanyak enam kali. Robert menghitung bahwa pada usaha yang ketujuh, laba-laba tersebut akhirnya berhasil membuat jaringnya.

Robert lalu terinspirasi, dan mengatakan,“Laba-laba ini mengajari saya apa yang harus saya lakukan, karena saya juga telah gagal dalam peperangan tersebut sebanyak enam kali.”

Dia kemudian bangkit dan mengumpulkan beberapa pengikutnya kembali, memberi motivasi, menyusun strategi, menghadapi peperangan dan singkat cerita mereka akhirnya berhasil mengalahkan tentara Edward di tahun 1319.

Sudah berapa kali Anda mengalami kegagalan atau kesalahan dalam hidup ini? Sekali? Dua kali? Sepuluh kali? Atau seratus kali seperti yang dikatakan Benjamin Franklin? Yang pasti Anda tidak sendirian.

Sudah berapa kali Anda gagal menjual kepada pelanggan? Kalau masih terhitung dengan satu jari tangan itu belum seberapa. Ingat Robert the Bruce dalam cerita diatas sudah mengalaminya selama 6 kali.

Robert the Bruce berhasil mencatat sejarah dengan mengalahkan Raja Edward I dari Inggris karena ia bangkit dari kegagalannya. Saya juga yakin bahwa Anda akan mendapatkan hasil yang LUAR BIASA bila Anda mau BANGKIT dari kegagalan dan kembali menghadapi setiap tantangan.

“Remember, SUCCESS is not measured by heights attained but by obstacles overcome. We’re going to pass through many obstacles in our lives: good days, bad days. But the successful person will overcome those obstacles and constantly move forward.” Bruce Jenner

Saya tidak tahu apa yang terjadi terhadap hidup Anda kemarin maupun hari ini, apakah Anda melewati masa-masa sulit ataukah masa-masa penuh kemenangan, tetapi saya hanya bisa mengatakan bahwa hidup Anda tidak akan selamanya berjalan lancar.

Saya tidak bermaksud menakut-nakuti Anda tapi itulah kenyataannya.

Khusus bagi teman-teman Sales yang sekarang ini sedang “down” ataupun sedang frustasi terhadap penolakan dari calon pelanggan yang sudah Anda garap selama ini atau juga bagi Anda yang mengalami kesulitan untuk memenuhi target penjualan bulan ini, saya hanya bisa mengatakan “BANGKITLAH”. Tidak ada yang dapat menolong Anda kecuali diri Anda sendiri yaitu dengan Bangkit Sekarang!

Seorang Sales yang Sukses bukanlah mereka yang tidak pernah GAGAL melainkan mereka yang selalu BANGKIT pada saat mengalami kegagalan dan rintangan.

Jadi setiap kali Anda mengalami kegagalan, lihatlah alam dari lingkungan sekitar anda, mungkin anda dapat belajar dari alam seperti halnya Robert The Bruce belajar dari seekor laba-laba.

Alam demikian kaya dengan makna, yang paling penting Anda lakukan adalah Bangkit sekarang juga dan Tidak Pernah Menyerah.

Ayo… Move On!

Upgrade Konsep Diri Anda

Dedy Budiman konsep diri“We have a mental block inside us that stops us from earning more than we think we are worth. If we want to earn more in reality, we have to upgrade our self-concept”.

Apa itu konsep diri atau Self Concept? Dalam bukunya Brian Tracy menjelaskan bahwa Self Concept / Konsep diri adalah sekumpulan keyakinan yang seseorang miliki tentang dirinya sendiri dan tentang dunianya.

Keyakinan tersebut dimiliki setelah seseorang menjalani hidup ini, merenungkannya, mendalaminya dan kemudian memahaminya. Keyakinan juga tumbuh karena pembelajaran terhadap lingkungan sekitar, juga terhadap cara seseorang dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah.

Selama bertahun-tahun, sejak remaja bahkan sejak kanak-kanak, manusia menyerap serangkaian gagasan, keraguan, ketakutan, opini, sikap, nilai, harapan, mitos dan kesan lainnya yang saling terajut dengan begitu kompleks dan berproses dalam pikiran, hati dan benaknya. Sumber semuanya itu bisa berasal dari keluarga, sekolah, teman, kerabat, juga informasi dari media elektronik dan media informasi lainnya.

Lama kelamaan membawa semua itu ke dalam keseharian hidup dan menerimanya sebagai suatu kebenaran. Ini semua adalah instruksi kerja dari “komputer” yang berada di alam bawah sadar yang mengontrol segala sesuatu yang dikatakan, lakukan, pikirkan dan rasakan, baik secara spontan maupun hasil dari suatu pemikiran yang mendalam. Sistem kerjanya seperti otomatisasi dalam suatu perangkat lunak di computer.

Sistem otomatisasi itu tidak selamanya benar, beberapa bagian perlu diperbaiki. Kalau tidak ada perubahan atau kemajuan yang berarti, membuat Anda akan terus melanjutkan cara bekerja, berpikir, berkata dan merasakan dengan cara yang sama secara berulang. Hal tersebut kurang menguntungkan bagi Anda.

So, kawan, bila Anda ingin mendapatkan hasil yang lebih baik dalam kehidupan, maka mulailah dengan meng-upgrade Konsep Diri Anda.

Bagaimana caranya? Antara lain dengan banyak membaca buku-buku yang dapat menambah khazanah perbendaharaan pengetahuan. Menghadiri seminar-seminar yang mengulas hal-hal praktis yang dapat menjadi panduan dalam anda mengambil langkah juga sangat dianjurkan. Disamping itu banyak bertemu orang-orang juga dapat menambah kepiawaian anda dalam menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan ini.

Saya teringat perkataan Confusius dalam hal pembelajaran: “Diantara 3 orang yang saya temui, salah satunya pastilah guru saya”, artinya siapapun orang yang dia temui, 30% akan memberi pembelajaran padanya. Orang yang dia temui tidak terbatas para kaum cendikiawan saja, tapi bisa dari segala kalangan, bahkan kaum marginal sekalipun.

Kalau dia yang sudah sangat tinggi filosofi hidupnya masih melihat siapa saja dapat menjadi gurunya, apalagi kita. Hal ini jugalah kiranya yang menjadi dasar pemikiran dalam mengupgrade Konsep Diri.

Tindakan untuk mengupgrade konsep diri adalah sebuah pilihan.
Dr. Seuss dalam bukunya menuliskan:
Engkau mempunyai otak dalam kepalamu,
Engkau mempunyai kaki dalam sepatumu.
Engkau bisa membawa dirimu sendiri
ke arah mana pun yang engkau pilih.

Sepandai apapun Anda, kalau pilihannya salah, tidak banyak manfaatnya, sebaliknya sebodoh apapun seseorang kalau ditempatkan pada tempat yang tepat akan mendatangkan manfaat bagi dirinya dan bagi lingkungan sekitarnya.

Hidup memang penuh dengan pilihan dan setiap pilihan yang Anda buat akan mengandung risiko atau konsekwensi bagi hidup anda dan ujungnya akan menentukan kelak siapa diri Anda sebenarnya.

Salah satu pilihan yang paling tepat yang harus Anda akan buat saat ini adalah “Akan jadi apakah Anda kelak?” Apakah anda akan menjadi seorang Super Sales? Ataukah seorang Sales yang biasa saja? Pilihan ada di tangan Anda, namun ingatlah kembali pilihan yang Anda buat akan menentukan hidup dan masa depan Anda.

Tentukan pilihan Anda untuk mengupgrade konsep diri Anda sekarang!

Saatnya untuk Disiplin

Checklist1Penjualan adalah masalah disiplin. Inilah perbedaan antara Orang Sales yang sukses dan tidak sukses : Successful sales people have learnt to do well the things that unsuccessful sales do not like to do

Sudah bukan rahasia lagi, penjual yang sukses lebih disiplin dan mereka tetap mengerjakan hal-hal yang seharusnya mereka lakukan (walaupun kadang-kadang mereka tidak menyukainya)

Di sisi lain, penjual yang tidak sukses akan mencoba mencari 1001 alasan untuk menghindar dari pekerjaan yang seharusnya mereka lakukan, karena mereka tidak suka mengerjakan hal tersebut.

Sales is often a case of doing what you have to do, not only what you like to do.
Discipline is the bridge between thought and Achievement.

Semua orang sales bila ditanya apakah anda ingin menjadi seorang Sales yang Sukses dan berhasil? Jawabannya 100% pasti sama, semua orang sales tentu ingin sukses dan berhasil.

Namun untuk menjadi Sukses dan berhasil diperlukan sebuah kedisiplinan.

Disiplin yang harus dilakukan oleh seorang sales meliputi banyak hal, diantaranya : disiplin saat meeting dengan pelanggan dgn datang tepat waktu, disiplin dalam membuat report prospek dan penjualan, bahkan hingga disiplin untuk terus menambah pengetahuan.

Discipline is to do the things that you have to do, when you have to do them, whether or not you have the mood.

Let’s Start to Discipline

Bonus sudah didepan mata

bonus penjualanBonus untuk kalian sudah siap diambil, buktikan hasilnya. Toyotomi Hideyoshi

Toyotomi Hideyoshi memotivasi teamnya untuk membangun tembok Benteng Kiyosu dengan mengatakan “kepada pekerja yang tercepat aku akan memberikan bonus istimewa, tetapi kepada yang bekerja seenaknya akan dianggap sebagai mata-mata musuh dan akan menerima hukuman yang berat.”

Kalimat yang sama masih berlaku sampai sekarang untuk orang sales, kalau Anda berprestasi dengan baik bonus sudah disiapkan untuk Anda, tapi bila tidak berprestasi maka bersiaplah juga untuk menerima sangsi terburuk untuk diberhentikan dari tempat Anda bekerja sekarang.

Bersemangatlah mengejar omset hari ini, karena BONUS sudah didepan mata.

Orang Yang Melayani Paling Baik Akan Menang

pelanggan

We must listen before we can learn.

We must learn before we can prepare.

We must prepare before we can serve.

We must serve before we can lead.

William Arthur Ward

Kata menjual (SELL) diambil dari kata bahasa Eslandia – “Selja” dan kata Anglo-saxon “sylan” yang artinya MEMBERI atau MELAYANI.

Penjualan difokuskan pada melayani pelanggan dengan cara paling baik yang mampu Anda berikan. Orang yang MELAYANI paling baik akan MENANG.

Selamat Melayani Pelanggan Anda.

Dedy Budiman M.Pd

Champion Sales Trainer

Peduli pelanggan, Pelanggan peduli

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pelanggan adalah orang paling penting di kantor ini, baik dalam wujud pribadi maupun dalam bentuk surat. Pelanggan tidak tergantung pada kita, kitalah yang tergantung padanya. Pelanggan bukan merupakan gangguan terhadap kerja kita, ia merupakan tujuan dari kerja kita. Kita tidak berbuat kebajikan dengan melayaninya, dialah yang berbuat kebajikan karena memberikan kesempatan kepada kita untuk melayaninya (Sumber: Brosur dan poster dari LL Bean, Inc, Freeport, Maine)
Pelanggan merupakan asset terbesar bagi perusahaan, karena tanpa mereka perusahaan tidak akan ada. Kelangsungan suatu bisnis mutlak tergantung dari ada tidaknya perhatian yang besar terhadap kebutuhan pelanggan.
Semakin banyak dan semakin loyal pelanggan terhadap Anda, maka semakin kuat kemungkinan bisnis Anda meraih sukses.
Sudahkah Anda memberikan yang terbaik untuk pelanggan? Bagaimanakah Anda dapat melayani pelanggan dengan baik? Pertama-tama Anda harus peduli terhadap pelanggan Anda.
Seorang bijak pernah berkata: “People don’t care how much you know, until they know how much you care”. Seorang Sales People yang baik tentu perlu mempunyai banyak pengetahuan dan wawasan, tetapi semua itu tidaklah berarti dimata pelanggan sampai mereka tahu seberapa peduli Anda terhadap mereka.
Bagaimana cara menunjukkan bahwa Anda peduli terhadap pelanggan Anda?
Anda bisa memulainya dari hal sederhana misalnya apakah Anda mengetahui apa makanan kesukaan mereka, kapan tanggal lahir mereka, apakah Anda mengenal industry pelanggan Anda dan banyak lagi lainnya.
Bayangkan bila Anda bertemu dengan seorang pelanggan dari sebuah industry tertentu dan Anda tidak pernah mendengar industry mereka, bagaimana perasaan pelanggan Anda? Dan sebaliknya ketika Anda mengenal industry pelanggan Anda, maka akan lebih mudah bagi Anda untuk menjalin hubungan yang lebih dalam dan pada akhirnya memudahkan Anda untuk menjual.
Saatnya untuk menunjukkan kepedulian terhadap pelanggan dan mendengarkan Pelanggan Anda!
Happy Selling,
Dedy Budiman M.Pd, CMA
Champion Sales Trainer
Founder KOMISI (Komunitas Sales Indonesia)