Posts

Saya hampir Pingsan

Sudah beberapa bulan ini saya rutin lari 5 KM seminggu 2 kali. Karena kesibukan sudah 2 minggu ini saya tidak sempat lari lagi.

Pagi ini saya putuskan untuk lari lagi dan berniat untuk lari lebih kencang dari sebelumnya karena tahun depan saya akan buat Sales Run 2017 jadi harus latihan dari sekarang.

Selesai lari saya lihat apps Nike+ Run dan Anda tahu hasilnya saya berhasil lari jauh lebih kencang dari sebelumnya…. YES !!!!

Tapi Anda tahu setelah saya berhenti lari apa yang terjadi?

Kepala saya seperti melayang, saya merasa lemas dan keringat bercucuran dengan deras. Dalam hati saya “Wah bisa pingsan nih!”

Untung saja saya teringat bahwa dalam kondisi seperti ini harus banyak ambil nafas panjang.

Buru-buru saya ambil nafas panjang.

Satuuuuu……
Duaaaaaaa….
Tigaaaaa…..

Setelah beberapa kali tarik nafas panjang berangsur-angsur saya segar lagi.

Dari kejadian ini saya belajar satu hal. Anda mau tahu apa?

Dalam kondisi last minutes menjelang akhir tahun ini, Anda harus berlari ( baca : Jualan ) lebih kencang dari sebelumnya.

Gak ada pilihan, kalau Anda tidak jualan lebih keras dari sebelumnya Anda akan melewati tahun 2016 dengan kegagalan.

Jangan takut akibat jualan lebih kencang dan lebih keras dari sebelumnya.

Resiko terburuk Anda akan mau pingsan seperti saya, tapi efeknya Anda akan melampaui target di tahun 2016 ini.

Lagi pula kalau sudah sampai finish dan mau pingsan, tinggal ambil nafas panjang.

Satuuuuu……
Duaaaaaaa….
Tigaaaaa…..

Happy Selling,

Dedy Budiman
Champion Sales Trainer
www.dedybudiman.com

Perbaikan Penampilan Perbaikan Penghasilan


Customer will not entrust their money to people whose appearance is not convincing

Mengapa ketika pameran banyak perusahaan menggunakan SPG yang tinggi, cantik dan menarik?
Jelas sekali tujuannya adalah untuk menarik perhatian calon pelanggan agar mereka berhenti, minimal melihat sang SPG lalu mau melihat produk yang di tawarkannya.

Bayangkan kalau ada suatu stand dipameran dimana yang menjaga standnya adalah nenek-nenek dengan uban putih dan rambut panjang yang terurai berantakan, bayangkan siapa yang mau datang? Jangankan datang, melewati standnya saja mungkin sudah takut.

Kedua ilustrasi diatas menjelaskan tentang betapa pentingnya penampilan seseorang sehingga membuat orang lain tertarik ataupun tidak tertarik.

Hal ini sangatlah penting khususnya bagi seorang Sales yang akan bertemu dengan pelanggan, apalagi pelanggan yang baru pertama kali ditemuinya.

Pagi ini sebelum Anda bekerja cobalah sempatkan sedikit waktu untuk melihat dikaca bagaimana penampilan anda. Perhatikan rambut, kumis dan juga baju yang Anda pakai .

Dan bayangkan seolah-olah Anda menjadi orang lain dan melihat diri Anda, kira-kira ketika melihatnya apakah Anda akan tertarik atau malah tidak percaya ketika melihat penampilan Anda sendiri?

Kalau memang masih belum rapi, luangkanlah waktu sebentar untuk merapikannya. Bila koleksi baju Anda sudah mulai kusam, sore ini sepulang kerja luangkanlah waktu untuk membeli baju baru atau bila rambut Anda mulai panjang dan berantakan pergilah ke salon untuk merapikan rambut anda.

Keberhasilan sebuah penjualan diawali oleh KESAN PERTAMA yang baik. Dan KESAN PERTAMA dimulai dari apa yang pertama kali terlihat yaitu PENAMPILAN anda.

Miliki Passion

Nothing great in the world has been accomplished without passion. Georg Wilhelm

Seringkali banyak orang ingin mengetahui apa RAHASIA SUKSES dari orang-orang HEBAT, sehingga mereka bisa berhasil. Dengan mengetahui RAHASIA mereka berharap bisa ikut menjadi Hebat dan Berhasil.

Richard Branson menyatakan bahwa salah satu RAHASIA SUKSES sehingga ia bisa memiliki lebih dari 300 perusahaan di dunia dan menjadi Konglomerat dunia adalah karena ia memiliki PASSION terhadap apa yang dilakukannya.

Richard menegaskan”You must have a Passion for what you decide to do”

Dalam Longman Dictionary of Contemporary of English, Passion adalah ”a very strong belief or feeling about something.” atau ”a very strong liking for something.” atau kalau diterjemahkan secara bebas maka Passion adalah sesuatu kepercayaan atau feeling yang kuat terhadap sesuatu ; sesuatu rasa suka yang besar terhadap sesuatu. Sesuatu dalam hal ini adalah apa yang sudah ataupun ingin kita kerjakan.

Contohnya saya mempunyai rasa suka yang sangat besar sekali ketika berbicara di depan banyak orang, menjadi sales trainer yang memberikan pelatihan dan membawakan materi training kepada orang sales membuat saya bersemangat dan bergairah. Atau ada juga orang yang bersemangat sekali ketika mengutak-atik komputer bahkan terkadang sampai pagi, hal itu melelahkan tapi juga menyenangkan. Itulah yang disebut dengan PASSION.

Richard Branson sangat bergairah, bersemangat ( PASSION ) ketika ada tantangan baru untuk membuka perusahaan baru ataupun melakukan sesuatu yang OUT OF THE BOX seperti tour ke luar angkasa.

Selain Richard, seorang Warren Buffet juga melakukan apa yang dia sukai setiap harinya.

Berikut ini adalah salah satu kutipan dari Warren Buffet “If there is any difference between you and me, it may simply be that I get up every day and have a chance to do what I love to do, every day. If you want to learn anything from me, this is the best advice I can give you.”

Jadi bila Anda ingin menjadi berhasil seperti Richard Branson atau Warren Buffet salah satu yang harus dimiliki adalah Passion terhadap apa yang dikerjakan.

Anda mungkin tidak bisa menjadi seperti orang lain, tapi paling tidak ketika ada PASSION dalam melakukan pekerjaan, maka Anda akan lebih bergairah dan memiliki kesempatan berhasil yang jauh lebih besar.

Saya Gak Jualan

saya gak jualanMinggu siang saya sedang menunggu anak yang sedang berlatih gitar. Di sebelah saya ada seorang teman yang ngajak ngobrol.

Tak lama kemudian teman saya menceritakan bahwa dia sedang minum suplemen dan memberi dampak yang bagus bagi kesehatannya.

Sepanjang pembicaraan kami ada satu kalimat yang menarik perhatian saya, ketika dia berkata bahwa

“Ia tidak jualan, karena ia memakai produknya dan mendapatkan khasiatnya. Intinya ia hanya menceritakan manfaat dari produk yang dipakainya kepada teman-teman. Ia bukan seorang sales, karena sales itu menjual tapi belum tentu memakai produk yang mereka jual.”

Dalam hati saya timbul pertanyaan, jadi kalau mensharingkan manfaat produk tapi tujuannya agar orang yang mendengar akhirnya membeli produk itu namanya bukan jualan?

Melalui tulisan ini saya tidak mengatakan bahwa teman saya ini salah, tetapi realita dilapangan saya banyak menemui orang yang seringkali malu dan tidak mau disebut bahwa mereka seorang penjual apalagi di sebut sebagai sales.

Padahal jelas-jelas apa yang dikerjakan adalah menawarkan produk/jasa. Dan orang yang menawarkan produk/jasa bagaimanapun caranya di sebut juga dengan seorang penjual atau seorang Sales.

Terbesit pertanyaan dalam hati saya “Ada apa dengan sales?”

Apakah menjadi seorang sales akan merendahkan martabat dan harga diri seseorang? Bagaimana menurut pendapat Anda?

Saya sendiri berpendapat bahwa tidaklah perlu malu mengakui diri Anda seorang penjual atau seorang Sales.

Karena sales adalah profesi terhormat. Kalau ada orang yang masih merendahkan profesi sales, itu karena mereka belum memahami secara benar tentang profesi sales dan dampaknya terhadap kemajuan sebuah perusahaan dan juga kemajuan ekonomi suatu negara.

Saya berharap tulisan saya ini bisa di baca oleh setiap orang yang pekerjaannya menjual. Dan saya ingin mengajak Anda untuk tidak perlu sungkan ataupun malu bila di sebut sebagai seorang sales.

Mari kita kampanyekan kepada masyarakat Indonesia bahwa Sales adalah profesi terhormat mulai dengan cara sederhana yaitu mengatakan kepada orang-orang yang Anda kenal bahwa Anda seorang Sales bukan Marketing, Konsultan atau apapun sebutan lainnya yang akan mengaburkan profesi Sales.

Saatnya setiap Orang Sales menyatakan kebanggaannya sebagai seorang Sales.

Salam Bangga Jadi Orang Sales,

Dedy Budiman M.Pd
Champion Sales Trainer
Founder KOMISI (Komunitas Sales Indonesia)

Aturan Main Sudah Berubah

aturan main dedy budiman“Realize that the rules have changed”. Denis Waitley

Kalau sekarang ini Anda ingin membeli suatu barang dimana Anda mencari informasinya? Apakah mencarinya di buku kuning (yellow pages) atau di google?

Pertanyaan yang sama juga saya ajukan dalam acara sales training beberapa waktu yang lalu di Palembang. Ternyata dari sekian banyak peserta yang hadir tidak satupun yang menggunakan lagi ”buku kuning” untuk mencari informasi produk.

Sadar ataupun tidak perubahan telah terjadi dengan begitu cepat di depan mata kita. Dan ironisnya masih banyak orang yang bekerja dengan menggunakan cara-cara yang lama yang mungkin 10 tahun lalu masih efektif tapi saat ini sudah tidak lagi berguna.

Misalnya menjual dengan cara ”door to door”, dulu cara ini merupakan cara yang paling banyak digunakan oleh orang sales tetapi apakah sekarang cara ini masih efektif dengan kondisi jalan yang makin macet dan orang yang makin sibuk dan sulit ditemui? Anda sendiri yang tahu jawabannya.

Tetapi di sisi lain ada suatu cara dimana kita bisa menjual dan menginformasikan produk/ jasa kepada ribuan orang dalam waktu yang singkat dengan menggunakan internet.

Inilah poin penting yang harus kita sadari, aturan main dalam menjual sudah berubah. Daripada melatih kaki agar kuat keliling gedung untuk membagikan brosur lebih baik Anda latih kemampuan agar bisa membuat penjualan yang menarik lewat Internet.

dinosaurusDinosaurus adalah binatang yang sangat besar dan kuat tapi akhirnya punah karena terimbas perubahan. Untuk itu janganlah merasa bahwa kita sudah terlalu besar dan hebat sehingga tidak berubah. Sebentar lagi Manusia akan digantikan mesin.

Hari ini diberitakan akan ada DEMONSTRASI oleh ribuan orang di Jakarta, beritanya sudah beredar luas di media masa sejak beberapa hari yang lalu.

Bicara mengenai DEMONSTRASI, saya ingin bertanya : Apakah Anda akan mendukung apabila saat ini ada RATUSAN RIBU orang yang demo kepada pemerintah agar mesin ATM tidak boleh lagi digunakan tetapi diganti dengan petugas teller? Alasannya sederhana karena 1 mesin ATM bisa menyerap 3 pekerja ( untuk 3 shift ) berarti kalau ada katakanlah 100.000 mesin ATM, maka bisa menyerap 300.000 tenaga kerja. Apakah Anda akan mendukung atau menggabaikannya?

Terlepas dari ada dukungan atau tidak tentu akan sulit bila mesin ATM diganti lagi dengan manusia. Karena ada banyak kelebihan dari mesin yang tidak dimiliki oleh manusia. Sebenarnya hal ini tidak hanya terjadi dengan mesin ATM, tetapi coba lihat petugas jaga parkir, petugas jaga tol yang mulai digantikan dengan mesin otomatis dan banyak lagi profesi lainnya.

Realita ini menunjukkan bahwa semakin kedepan banyak peran manusia sedikit demi sedikit akan digantikan oleh mesin. Untuk itu cobalah luangkan waktu sejenak bagaimana dengan pekerjaan Anda sekarang, apakah suatu saat pekerjaan andapun akan digantikan oleh mesin / komputer?

Bagi Anda yang berporfesi sebagai sales cobalah lihat sekarang ini semakin banyak pelanggan yang membeli barang secara ONLINE. Ketika mereka membeli barang secara online maka pelanggan tidak lagi memerlukan salesman tapi cukup mengisi formulir pembelian. Demikian juga profesi lainnya.

Siapkah diri Anda bersaing dengan teknologi yang semakin canggih dan secara perlahan tapi pasti menggeser peran anda?

Janganlah dulu menjadi takut dan khawatir karena ada banyak hal yang bisa dilakukan agar bisa tetap bersaing dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dan pagi ini saya mensharingkan 2 hal diantaranya:

1.Sadarilah bahwa teknologi memang canggih tapi sebenarnya OTAK Anda yang diberikan oleh TUHAN jauh lebih canggih.
Untuk itu gunakanlah Otak Anda dalam bekerja. Coba bayangkan apakah mungkin peran seorang CEO yang berpikir strategis tentang perusahaan bisa digantikan oleh mesin/teknologi? Akan jauh lebih sulit tentunya dibandingkan dengan para sales people yang tugasnya hanya membagikan brosur yang akan dengan mudah digantikan dengan email blast yang sekali kirim bisa menjangkau jutaan calon pelanggan. Jadi gunakanlah Otak Anda dalam bekerja, jangan hanya mengandalkan Otot

2.Temukan potensi kekuatan dari diri Anda.
Tidak ada satupun manusia yang bisa mengerjakan segala hal dengan sangat baik dan sempurna. Selalu ada sisi kekuatan dan kelemahan dari setiap pribadi, hal ini terjadi karena memang Tuhan memberikan kepada manusia Talenta / Bakat yang berbeda untuk melakukan peranan yang berbeda pula. Seorang Marketer (yang memikirkan strategi pemasaran) belum tentu bisa menjadi seorang penjual produk yang baik, demikian juga sebaliknya. Untuk itu agar Anda bisa menang dalam persaingan kompetisi yang semakin ketat dan agar peran Anda tidak digantikan oleh mesin, temukanlah pekerjaan yang sesuai dengan bakat Anda dan kembangkanlah sehingga menjadi sebuah kekuatan yang tidak akan bisa digantikan bahkan oleh teknologi secanggih apapun.

Coba lihat apakah mungkin Warren Buffet bisa digantikan oleh software yang canggih ? atau mungkinkah suara emas Mariah Carey bisa digantikan oleh software audio ?

Jadi pada akhirnya perubahan teknologi boleh semakin canggih tetapi kalau Anda bekerja menggunakan Otak dan Kekuatan yang dimiliki maka Anda tidak perlu kuatir. Malah Anda bisa mengunakan teknologi untuk mendorong Anda lebih maju.

Tetapi bila pekerjaan Anda sekarang ini lebih mengandalkan otot dan tidak sesuai dengan potensi kekuatan yang Anda miliki, mungkin saatnya bagi Anda untuk berpikir ulang sebelum terlambat.

Roadshow Transvision UNISBA

Isi Otak mempengaruhi Isi Dompet

“Lebih baik dompet kosong daripada Otak kosong” pepatah Jerman.

Dalam sebuah penelitian ditemukan data bahwa seumur hidup manusia hanya sekitar 20% kapasitas otak yang digunakan, 80% lainnya belum diketahui. Ini menguatkan indikasi keterkaitan antara kepikunan dengan optimalisasi otak kita.  Melihat kemampuan dan kapasitas otak yang luar biasa, wajar saja kalau ada pernyataan bahwa tidak ada manusia yang bodoh.

Kebodohan merupakan hal yang terimplikasi oleh kemalasan, artinya, orang yang merasa tidak cerdas, sebenarnya bukan bodoh, melainkan kurang memaksimalkan kinerja dan kemampuan otaknya.

Untuk itu sudah seharusnya setiap manusia mengoptimalkan kinerja otaknya, seperti diketahui bahwa semakin tinggi posisi di perusahaan maka semakin dituntut kinerja Otak dan semakin sedikit peranan otot.

Bahasa sehari-harinya sering disebut kerja menggunakan Otak dibayar jauh Lebih Mahal dibandingkan kerja dengan menggunakan Otot.

Kemampuan otak manusia akan optimal jika fungsi kerja saraf-saraf otak terhubung dengan baik. Berikut ini ada 5 cara sederhana yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan kerja otak Anda:

  1. Biasakan sarapan. Sarapan merupakan energi untuk aktivitas Anda. Dengan sarapan, berarti Anda memiliki cadangan energi agar tetap fit dalam beraktivitas.
  2. Hindari makan yang berlebih. Mengontrol nafsu makan sama pentingnya dengan mengontrol emosi. Terlalu banyak makan akan mengeraskan pembuluh otak. Dalam jangka waktu tertentu, pengerasan pembuluh otak biasanya menuntun Anda pada menurunnya kekuatan mental.
  3. Hindari merokok. Merokok menyebabkan otak bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya.
  4. Tidur dan istirahat yang cukup. Tidur tidak sekedar mengistirahatkan tubuh, tetapi juga mengistirahatkan otak. Memaksakan otak bekerja keras tanpa istirahat sama dengan membunuh banyak sel-sel otak Anda.
  5. Terakhir dan yang paling penting adalah memberi makan otak Anda. Bayangkan Anda berpikir setiap hari dengan otak anda, berpikir dan berpikir. Ini sama dengan otak Anda berproduksi untuk menghasilkan sesuatu, ada sesuatu yang dihasilkan. Kalau ada sesuatu yang dikeluarkan maka tentu harus ada yang dimasukkan. Untuk itulah Anda harus terus memberi makan otak Anda antara lain dengan: membaca buku, mendengarkan CD-CD yang berhubungan dengan pekerjaan dan meningkatkan pengetahuan anda, ikut terlibat dalam diskusi yang membangun (bukan ngerumpi). Semakin sering Anda mengisi otak Anda maka percayalah otak Anda akan lebih maksimal kinerjanya.

Kini Anda sudah mengetahui bagaimana meningkatkan kinerja otak  dan Anda tahu bahwa semakin tinggi kinerja otak maka akan ada korelasinya dengan hasil Penjualan Anda.

Jadi kalau selama ini Penjualan Anda tidak meningkat mungkin salah satunya karena Anda tidak pernah mengoptimalkan Otak Anda.

Lakukan sekarang dan Anda akan merasakan hasilnya.

Peduli pelanggan, Pelanggan peduli

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pelanggan adalah orang paling penting di kantor ini, baik dalam wujud pribadi maupun dalam bentuk surat. Pelanggan tidak tergantung pada kita, kitalah yang tergantung padanya. Pelanggan bukan merupakan gangguan terhadap kerja kita, ia merupakan tujuan dari kerja kita. Kita tidak berbuat kebajikan dengan melayaninya, dialah yang berbuat kebajikan karena memberikan kesempatan kepada kita untuk melayaninya (Sumber: Brosur dan poster dari LL Bean, Inc, Freeport, Maine)
Pelanggan merupakan asset terbesar bagi perusahaan, karena tanpa mereka perusahaan tidak akan ada. Kelangsungan suatu bisnis mutlak tergantung dari ada tidaknya perhatian yang besar terhadap kebutuhan pelanggan.
Semakin banyak dan semakin loyal pelanggan terhadap Anda, maka semakin kuat kemungkinan bisnis Anda meraih sukses.
Sudahkah Anda memberikan yang terbaik untuk pelanggan? Bagaimanakah Anda dapat melayani pelanggan dengan baik? Pertama-tama Anda harus peduli terhadap pelanggan Anda.
Seorang bijak pernah berkata: “People don’t care how much you know, until they know how much you care”. Seorang Sales People yang baik tentu perlu mempunyai banyak pengetahuan dan wawasan, tetapi semua itu tidaklah berarti dimata pelanggan sampai mereka tahu seberapa peduli Anda terhadap mereka.
Bagaimana cara menunjukkan bahwa Anda peduli terhadap pelanggan Anda?
Anda bisa memulainya dari hal sederhana misalnya apakah Anda mengetahui apa makanan kesukaan mereka, kapan tanggal lahir mereka, apakah Anda mengenal industry pelanggan Anda dan banyak lagi lainnya.
Bayangkan bila Anda bertemu dengan seorang pelanggan dari sebuah industry tertentu dan Anda tidak pernah mendengar industry mereka, bagaimana perasaan pelanggan Anda? Dan sebaliknya ketika Anda mengenal industry pelanggan Anda, maka akan lebih mudah bagi Anda untuk menjalin hubungan yang lebih dalam dan pada akhirnya memudahkan Anda untuk menjual.
Saatnya untuk menunjukkan kepedulian terhadap pelanggan dan mendengarkan Pelanggan Anda!
Happy Selling,
Dedy Budiman M.Pd, CMA
Champion Sales Trainer
Founder KOMISI (Komunitas Sales Indonesia)