Posts

Miliki Passion

Nothing great in the world has been accomplished without passion. Georg Wilhelm

Seringkali banyak orang ingin mengetahui apa RAHASIA SUKSES dari orang-orang HEBAT, sehingga mereka bisa berhasil. Dengan mengetahui RAHASIA mereka berharap bisa ikut menjadi Hebat dan Berhasil.

Richard Branson menyatakan bahwa salah satu RAHASIA SUKSES sehingga ia bisa memiliki lebih dari 300 perusahaan di dunia dan menjadi Konglomerat dunia adalah karena ia memiliki PASSION terhadap apa yang dilakukannya.

Richard menegaskan”You must have a Passion for what you decide to do”

Dalam Longman Dictionary of Contemporary of English, Passion adalah ”a very strong belief or feeling about something.” atau ”a very strong liking for something.” atau kalau diterjemahkan secara bebas maka Passion adalah sesuatu kepercayaan atau feeling yang kuat terhadap sesuatu ; sesuatu rasa suka yang besar terhadap sesuatu. Sesuatu dalam hal ini adalah apa yang sudah ataupun ingin kita kerjakan.

Contohnya saya mempunyai rasa suka yang sangat besar sekali ketika berbicara di depan banyak orang, menjadi sales trainer yang memberikan pelatihan dan membawakan materi training kepada orang sales membuat saya bersemangat dan bergairah. Atau ada juga orang yang bersemangat sekali ketika mengutak-atik komputer bahkan terkadang sampai pagi, hal itu melelahkan tapi juga menyenangkan. Itulah yang disebut dengan PASSION.

Richard Branson sangat bergairah, bersemangat ( PASSION ) ketika ada tantangan baru untuk membuka perusahaan baru ataupun melakukan sesuatu yang OUT OF THE BOX seperti tour ke luar angkasa.

Selain Richard, seorang Warren Buffet juga melakukan apa yang dia sukai setiap harinya.

Berikut ini adalah salah satu kutipan dari Warren Buffet “If there is any difference between you and me, it may simply be that I get up every day and have a chance to do what I love to do, every day. If you want to learn anything from me, this is the best advice I can give you.”

Jadi bila Anda ingin menjadi berhasil seperti Richard Branson atau Warren Buffet salah satu yang harus dimiliki adalah Passion terhadap apa yang dikerjakan.

Anda mungkin tidak bisa menjadi seperti orang lain, tapi paling tidak ketika ada PASSION dalam melakukan pekerjaan, maka Anda akan lebih bergairah dan memiliki kesempatan berhasil yang jauh lebih besar.

Maximize Your Sales – PT.Assab

Saya Gak Jualan

saya gak jualanMinggu siang saya sedang menunggu anak yang sedang berlatih gitar. Di sebelah saya ada seorang teman yang ngajak ngobrol.

Tak lama kemudian teman saya menceritakan bahwa dia sedang minum suplemen dan memberi dampak yang bagus bagi kesehatannya.

Sepanjang pembicaraan kami ada satu kalimat yang menarik perhatian saya, ketika dia berkata bahwa

“Ia tidak jualan, karena ia memakai produknya dan mendapatkan khasiatnya. Intinya ia hanya menceritakan manfaat dari produk yang dipakainya kepada teman-teman. Ia bukan seorang sales, karena sales itu menjual tapi belum tentu memakai produk yang mereka jual.”

Dalam hati saya timbul pertanyaan, jadi kalau mensharingkan manfaat produk tapi tujuannya agar orang yang mendengar akhirnya membeli produk itu namanya bukan jualan?

Melalui tulisan ini saya tidak mengatakan bahwa teman saya ini salah, tetapi realita dilapangan saya banyak menemui orang yang seringkali malu dan tidak mau disebut bahwa mereka seorang penjual apalagi di sebut sebagai sales.

Padahal jelas-jelas apa yang dikerjakan adalah menawarkan produk/jasa. Dan orang yang menawarkan produk/jasa bagaimanapun caranya di sebut juga dengan seorang penjual atau seorang Sales.

Terbesit pertanyaan dalam hati saya “Ada apa dengan sales?”

Apakah menjadi seorang sales akan merendahkan martabat dan harga diri seseorang? Bagaimana menurut pendapat Anda?

Saya sendiri berpendapat bahwa tidaklah perlu malu mengakui diri Anda seorang penjual atau seorang Sales.

Karena sales adalah profesi terhormat. Kalau ada orang yang masih merendahkan profesi sales, itu karena mereka belum memahami secara benar tentang profesi sales dan dampaknya terhadap kemajuan sebuah perusahaan dan juga kemajuan ekonomi suatu negara.

Saya berharap tulisan saya ini bisa di baca oleh setiap orang yang pekerjaannya menjual. Dan saya ingin mengajak Anda untuk tidak perlu sungkan ataupun malu bila di sebut sebagai seorang sales.

Mari kita kampanyekan kepada masyarakat Indonesia bahwa Sales adalah profesi terhormat mulai dengan cara sederhana yaitu mengatakan kepada orang-orang yang Anda kenal bahwa Anda seorang Sales bukan Marketing, Konsultan atau apapun sebutan lainnya yang akan mengaburkan profesi Sales.

Saatnya setiap Orang Sales menyatakan kebanggaannya sebagai seorang Sales.

Salam Bangga Jadi Orang Sales,

Dedy Budiman M.Pd
Champion Sales Trainer
Founder KOMISI (Komunitas Sales Indonesia)

Aturan Main Sudah Berubah

aturan main dedy budiman“Realize that the rules have changed”. Denis Waitley

Kalau sekarang ini Anda ingin membeli suatu barang dimana Anda mencari informasinya? Apakah mencarinya di buku kuning (yellow pages) atau di google?

Pertanyaan yang sama juga saya ajukan dalam acara sales training beberapa waktu yang lalu di Palembang. Ternyata dari sekian banyak peserta yang hadir tidak satupun yang menggunakan lagi ”buku kuning” untuk mencari informasi produk.

Sadar ataupun tidak perubahan telah terjadi dengan begitu cepat di depan mata kita. Dan ironisnya masih banyak orang yang bekerja dengan menggunakan cara-cara yang lama yang mungkin 10 tahun lalu masih efektif tapi saat ini sudah tidak lagi berguna.

Misalnya menjual dengan cara ”door to door”, dulu cara ini merupakan cara yang paling banyak digunakan oleh orang sales tetapi apakah sekarang cara ini masih efektif dengan kondisi jalan yang makin macet dan orang yang makin sibuk dan sulit ditemui? Anda sendiri yang tahu jawabannya.

Tetapi di sisi lain ada suatu cara dimana kita bisa menjual dan menginformasikan produk/ jasa kepada ribuan orang dalam waktu yang singkat dengan menggunakan internet.

Inilah poin penting yang harus kita sadari, aturan main dalam menjual sudah berubah. Daripada melatih kaki agar kuat keliling gedung untuk membagikan brosur lebih baik Anda latih kemampuan agar bisa membuat penjualan yang menarik lewat Internet.

dinosaurusDinosaurus adalah binatang yang sangat besar dan kuat tapi akhirnya punah karena terimbas perubahan. Untuk itu janganlah merasa bahwa kita sudah terlalu besar dan hebat sehingga tidak berubah. Sebentar lagi Manusia akan digantikan mesin.

Hari ini diberitakan akan ada DEMONSTRASI oleh ribuan orang di Jakarta, beritanya sudah beredar luas di media masa sejak beberapa hari yang lalu.

Bicara mengenai DEMONSTRASI, saya ingin bertanya : Apakah Anda akan mendukung apabila saat ini ada RATUSAN RIBU orang yang demo kepada pemerintah agar mesin ATM tidak boleh lagi digunakan tetapi diganti dengan petugas teller? Alasannya sederhana karena 1 mesin ATM bisa menyerap 3 pekerja ( untuk 3 shift ) berarti kalau ada katakanlah 100.000 mesin ATM, maka bisa menyerap 300.000 tenaga kerja. Apakah Anda akan mendukung atau menggabaikannya?

Terlepas dari ada dukungan atau tidak tentu akan sulit bila mesin ATM diganti lagi dengan manusia. Karena ada banyak kelebihan dari mesin yang tidak dimiliki oleh manusia. Sebenarnya hal ini tidak hanya terjadi dengan mesin ATM, tetapi coba lihat petugas jaga parkir, petugas jaga tol yang mulai digantikan dengan mesin otomatis dan banyak lagi profesi lainnya.

Realita ini menunjukkan bahwa semakin kedepan banyak peran manusia sedikit demi sedikit akan digantikan oleh mesin. Untuk itu cobalah luangkan waktu sejenak bagaimana dengan pekerjaan Anda sekarang, apakah suatu saat pekerjaan andapun akan digantikan oleh mesin / komputer?

Bagi Anda yang berporfesi sebagai sales cobalah lihat sekarang ini semakin banyak pelanggan yang membeli barang secara ONLINE. Ketika mereka membeli barang secara online maka pelanggan tidak lagi memerlukan salesman tapi cukup mengisi formulir pembelian. Demikian juga profesi lainnya.

Siapkah diri Anda bersaing dengan teknologi yang semakin canggih dan secara perlahan tapi pasti menggeser peran anda?

Janganlah dulu menjadi takut dan khawatir karena ada banyak hal yang bisa dilakukan agar bisa tetap bersaing dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dan pagi ini saya mensharingkan 2 hal diantaranya:

1.Sadarilah bahwa teknologi memang canggih tapi sebenarnya OTAK Anda yang diberikan oleh TUHAN jauh lebih canggih.
Untuk itu gunakanlah Otak Anda dalam bekerja. Coba bayangkan apakah mungkin peran seorang CEO yang berpikir strategis tentang perusahaan bisa digantikan oleh mesin/teknologi? Akan jauh lebih sulit tentunya dibandingkan dengan para sales people yang tugasnya hanya membagikan brosur yang akan dengan mudah digantikan dengan email blast yang sekali kirim bisa menjangkau jutaan calon pelanggan. Jadi gunakanlah Otak Anda dalam bekerja, jangan hanya mengandalkan Otot

2.Temukan potensi kekuatan dari diri Anda.
Tidak ada satupun manusia yang bisa mengerjakan segala hal dengan sangat baik dan sempurna. Selalu ada sisi kekuatan dan kelemahan dari setiap pribadi, hal ini terjadi karena memang Tuhan memberikan kepada manusia Talenta / Bakat yang berbeda untuk melakukan peranan yang berbeda pula. Seorang Marketer (yang memikirkan strategi pemasaran) belum tentu bisa menjadi seorang penjual produk yang baik, demikian juga sebaliknya. Untuk itu agar Anda bisa menang dalam persaingan kompetisi yang semakin ketat dan agar peran Anda tidak digantikan oleh mesin, temukanlah pekerjaan yang sesuai dengan bakat Anda dan kembangkanlah sehingga menjadi sebuah kekuatan yang tidak akan bisa digantikan bahkan oleh teknologi secanggih apapun.

Coba lihat apakah mungkin Warren Buffet bisa digantikan oleh software yang canggih ? atau mungkinkah suara emas Mariah Carey bisa digantikan oleh software audio ?

Jadi pada akhirnya perubahan teknologi boleh semakin canggih tetapi kalau Anda bekerja menggunakan Otak dan Kekuatan yang dimiliki maka Anda tidak perlu kuatir. Malah Anda bisa mengunakan teknologi untuk mendorong Anda lebih maju.

Tetapi bila pekerjaan Anda sekarang ini lebih mengandalkan otot dan tidak sesuai dengan potensi kekuatan yang Anda miliki, mungkin saatnya bagi Anda untuk berpikir ulang sebelum terlambat.

Roadshow Transvision UNISBA

Move On

move-on dedy budimanBenjamin Franklin mengatakan: “I didn’t fail the test, I just found 100 ways to do it wrong” .

Tahun 1306, Robert the Bruce dari Skotlandia dan pasukannya telah berperang melawan Raja Edward I dari Inggris. Peperangan tersebut tentu saja menguras tenaga dan pikiran. Di tengah-tengah peperangan tsb, pada waktu Robert berbaring di lumbung,  dalam kelelahanya dia memperhatikan seekor laba-laba yang sedang membuat jaring, yang ternyata tidak mudah.

Berkali-kali laba-laba tersebut menemui kegagalan dan mencoba untuk memperbaikinya kembali, begitu terus dilakukannya sampai sebanyak enam kali. Robert menghitung bahwa pada usaha yang ketujuh, laba-laba tersebut akhirnya berhasil membuat jaringnya.

Robert lalu terinspirasi, dan mengatakan,“Laba-laba ini mengajari saya apa yang harus saya lakukan, karena saya juga telah gagal dalam peperangan tersebut sebanyak enam kali.”

Dia kemudian bangkit dan mengumpulkan beberapa pengikutnya kembali, memberi motivasi, menyusun strategi, menghadapi peperangan dan singkat cerita mereka akhirnya berhasil mengalahkan tentara Edward di tahun 1319.

Sudah berapa kali Anda mengalami kegagalan atau kesalahan dalam hidup ini? Sekali? Dua kali? Sepuluh kali? Atau seratus kali seperti yang dikatakan Benjamin Franklin? Yang pasti Anda tidak sendirian.

Sudah berapa kali Anda gagal menjual kepada pelanggan? Kalau masih terhitung dengan satu jari tangan itu belum seberapa. Ingat Robert the Bruce dalam cerita diatas sudah mengalaminya selama 6 kali.

Robert the Bruce berhasil mencatat sejarah dengan mengalahkan Raja Edward I dari Inggris karena ia bangkit dari kegagalannya. Saya juga yakin bahwa Anda akan mendapatkan hasil yang LUAR BIASA bila Anda mau BANGKIT dari kegagalan dan kembali menghadapi setiap tantangan.

“Remember, SUCCESS is not measured by heights attained but by obstacles overcome. We’re going to pass through many obstacles in our lives: good days, bad days. But the successful person will overcome those obstacles and constantly move forward.” Bruce Jenner

Saya tidak tahu apa yang terjadi terhadap hidup Anda kemarin maupun hari ini, apakah Anda melewati masa-masa sulit ataukah masa-masa penuh kemenangan, tetapi saya hanya bisa mengatakan bahwa hidup Anda tidak akan selamanya berjalan lancar.

Saya tidak bermaksud menakut-nakuti Anda tapi itulah kenyataannya.

Khusus bagi teman-teman Sales yang sekarang ini sedang “down” ataupun sedang frustasi terhadap penolakan dari calon pelanggan yang sudah Anda garap selama ini atau juga bagi Anda yang mengalami kesulitan untuk memenuhi target penjualan bulan ini, saya hanya bisa mengatakan “BANGKITLAH”. Tidak ada yang dapat menolong Anda kecuali diri Anda sendiri yaitu dengan Bangkit Sekarang!

Seorang Sales yang Sukses bukanlah mereka yang tidak pernah GAGAL melainkan mereka yang selalu BANGKIT pada saat mengalami kegagalan dan rintangan.

Jadi setiap kali Anda mengalami kegagalan, lihatlah alam dari lingkungan sekitar anda, mungkin anda dapat belajar dari alam seperti halnya Robert The Bruce belajar dari seekor laba-laba.

Alam demikian kaya dengan makna, yang paling penting Anda lakukan adalah Bangkit sekarang juga dan Tidak Pernah Menyerah.

Ayo… Move On!

Upgrade Konsep Diri Anda

Dedy Budiman konsep diri“We have a mental block inside us that stops us from earning more than we think we are worth. If we want to earn more in reality, we have to upgrade our self-concept”.

Apa itu konsep diri atau Self Concept? Dalam bukunya Brian Tracy menjelaskan bahwa Self Concept / Konsep diri adalah sekumpulan keyakinan yang seseorang miliki tentang dirinya sendiri dan tentang dunianya.

Keyakinan tersebut dimiliki setelah seseorang menjalani hidup ini, merenungkannya, mendalaminya dan kemudian memahaminya. Keyakinan juga tumbuh karena pembelajaran terhadap lingkungan sekitar, juga terhadap cara seseorang dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah.

Selama bertahun-tahun, sejak remaja bahkan sejak kanak-kanak, manusia menyerap serangkaian gagasan, keraguan, ketakutan, opini, sikap, nilai, harapan, mitos dan kesan lainnya yang saling terajut dengan begitu kompleks dan berproses dalam pikiran, hati dan benaknya. Sumber semuanya itu bisa berasal dari keluarga, sekolah, teman, kerabat, juga informasi dari media elektronik dan media informasi lainnya.

Lama kelamaan membawa semua itu ke dalam keseharian hidup dan menerimanya sebagai suatu kebenaran. Ini semua adalah instruksi kerja dari “komputer” yang berada di alam bawah sadar yang mengontrol segala sesuatu yang dikatakan, lakukan, pikirkan dan rasakan, baik secara spontan maupun hasil dari suatu pemikiran yang mendalam. Sistem kerjanya seperti otomatisasi dalam suatu perangkat lunak di computer.

Sistem otomatisasi itu tidak selamanya benar, beberapa bagian perlu diperbaiki. Kalau tidak ada perubahan atau kemajuan yang berarti, membuat Anda akan terus melanjutkan cara bekerja, berpikir, berkata dan merasakan dengan cara yang sama secara berulang. Hal tersebut kurang menguntungkan bagi Anda.

So, kawan, bila Anda ingin mendapatkan hasil yang lebih baik dalam kehidupan, maka mulailah dengan meng-upgrade Konsep Diri Anda.

Bagaimana caranya? Antara lain dengan banyak membaca buku-buku yang dapat menambah khazanah perbendaharaan pengetahuan. Menghadiri seminar-seminar yang mengulas hal-hal praktis yang dapat menjadi panduan dalam anda mengambil langkah juga sangat dianjurkan. Disamping itu banyak bertemu orang-orang juga dapat menambah kepiawaian anda dalam menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan ini.

Saya teringat perkataan Confusius dalam hal pembelajaran: “Diantara 3 orang yang saya temui, salah satunya pastilah guru saya”, artinya siapapun orang yang dia temui, 30% akan memberi pembelajaran padanya. Orang yang dia temui tidak terbatas para kaum cendikiawan saja, tapi bisa dari segala kalangan, bahkan kaum marginal sekalipun.

Kalau dia yang sudah sangat tinggi filosofi hidupnya masih melihat siapa saja dapat menjadi gurunya, apalagi kita. Hal ini jugalah kiranya yang menjadi dasar pemikiran dalam mengupgrade Konsep Diri.

Tindakan untuk mengupgrade konsep diri adalah sebuah pilihan.
Dr. Seuss dalam bukunya menuliskan:
Engkau mempunyai otak dalam kepalamu,
Engkau mempunyai kaki dalam sepatumu.
Engkau bisa membawa dirimu sendiri
ke arah mana pun yang engkau pilih.

Sepandai apapun Anda, kalau pilihannya salah, tidak banyak manfaatnya, sebaliknya sebodoh apapun seseorang kalau ditempatkan pada tempat yang tepat akan mendatangkan manfaat bagi dirinya dan bagi lingkungan sekitarnya.

Hidup memang penuh dengan pilihan dan setiap pilihan yang Anda buat akan mengandung risiko atau konsekwensi bagi hidup anda dan ujungnya akan menentukan kelak siapa diri Anda sebenarnya.

Salah satu pilihan yang paling tepat yang harus Anda akan buat saat ini adalah “Akan jadi apakah Anda kelak?” Apakah anda akan menjadi seorang Super Sales? Ataukah seorang Sales yang biasa saja? Pilihan ada di tangan Anda, namun ingatlah kembali pilihan yang Anda buat akan menentukan hidup dan masa depan Anda.

Tentukan pilihan Anda untuk mengupgrade konsep diri Anda sekarang!

Saatnya untuk Disiplin

Checklist1Penjualan adalah masalah disiplin. Inilah perbedaan antara Orang Sales yang sukses dan tidak sukses : Successful sales people have learnt to do well the things that unsuccessful sales do not like to do

Sudah bukan rahasia lagi, penjual yang sukses lebih disiplin dan mereka tetap mengerjakan hal-hal yang seharusnya mereka lakukan (walaupun kadang-kadang mereka tidak menyukainya)

Di sisi lain, penjual yang tidak sukses akan mencoba mencari 1001 alasan untuk menghindar dari pekerjaan yang seharusnya mereka lakukan, karena mereka tidak suka mengerjakan hal tersebut.

Sales is often a case of doing what you have to do, not only what you like to do.
Discipline is the bridge between thought and Achievement.

Semua orang sales bila ditanya apakah anda ingin menjadi seorang Sales yang Sukses dan berhasil? Jawabannya 100% pasti sama, semua orang sales tentu ingin sukses dan berhasil.

Namun untuk menjadi Sukses dan berhasil diperlukan sebuah kedisiplinan.

Disiplin yang harus dilakukan oleh seorang sales meliputi banyak hal, diantaranya : disiplin saat meeting dengan pelanggan dgn datang tepat waktu, disiplin dalam membuat report prospek dan penjualan, bahkan hingga disiplin untuk terus menambah pengetahuan.

Discipline is to do the things that you have to do, when you have to do them, whether or not you have the mood.

Let’s Start to Discipline

Bonus sudah didepan mata

bonus penjualanBonus untuk kalian sudah siap diambil, buktikan hasilnya. Toyotomi Hideyoshi

Toyotomi Hideyoshi memotivasi teamnya untuk membangun tembok Benteng Kiyosu dengan mengatakan “kepada pekerja yang tercepat aku akan memberikan bonus istimewa, tetapi kepada yang bekerja seenaknya akan dianggap sebagai mata-mata musuh dan akan menerima hukuman yang berat.”

Kalimat yang sama masih berlaku sampai sekarang untuk orang sales, kalau Anda berprestasi dengan baik bonus sudah disiapkan untuk Anda, tapi bila tidak berprestasi maka bersiaplah juga untuk menerima sangsi terburuk untuk diberhentikan dari tempat Anda bekerja sekarang.

Bersemangatlah mengejar omset hari ini, karena BONUS sudah didepan mata.

Peduli pelanggan, Pelanggan peduli

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pelanggan adalah orang paling penting di kantor ini, baik dalam wujud pribadi maupun dalam bentuk surat. Pelanggan tidak tergantung pada kita, kitalah yang tergantung padanya. Pelanggan bukan merupakan gangguan terhadap kerja kita, ia merupakan tujuan dari kerja kita. Kita tidak berbuat kebajikan dengan melayaninya, dialah yang berbuat kebajikan karena memberikan kesempatan kepada kita untuk melayaninya (Sumber: Brosur dan poster dari LL Bean, Inc, Freeport, Maine)
Pelanggan merupakan asset terbesar bagi perusahaan, karena tanpa mereka perusahaan tidak akan ada. Kelangsungan suatu bisnis mutlak tergantung dari ada tidaknya perhatian yang besar terhadap kebutuhan pelanggan.
Semakin banyak dan semakin loyal pelanggan terhadap Anda, maka semakin kuat kemungkinan bisnis Anda meraih sukses.
Sudahkah Anda memberikan yang terbaik untuk pelanggan? Bagaimanakah Anda dapat melayani pelanggan dengan baik? Pertama-tama Anda harus peduli terhadap pelanggan Anda.
Seorang bijak pernah berkata: “People don’t care how much you know, until they know how much you care”. Seorang Sales People yang baik tentu perlu mempunyai banyak pengetahuan dan wawasan, tetapi semua itu tidaklah berarti dimata pelanggan sampai mereka tahu seberapa peduli Anda terhadap mereka.
Bagaimana cara menunjukkan bahwa Anda peduli terhadap pelanggan Anda?
Anda bisa memulainya dari hal sederhana misalnya apakah Anda mengetahui apa makanan kesukaan mereka, kapan tanggal lahir mereka, apakah Anda mengenal industry pelanggan Anda dan banyak lagi lainnya.
Bayangkan bila Anda bertemu dengan seorang pelanggan dari sebuah industry tertentu dan Anda tidak pernah mendengar industry mereka, bagaimana perasaan pelanggan Anda? Dan sebaliknya ketika Anda mengenal industry pelanggan Anda, maka akan lebih mudah bagi Anda untuk menjalin hubungan yang lebih dalam dan pada akhirnya memudahkan Anda untuk menjual.
Saatnya untuk menunjukkan kepedulian terhadap pelanggan dan mendengarkan Pelanggan Anda!
Happy Selling,
Dedy Budiman M.Pd, CMA
Champion Sales Trainer
Founder KOMISI (Komunitas Sales Indonesia)

Portfolio Items