Banjir Order

banjir order dedy budimanBeberapa hari ini kota Jakarta sudah mulai diguyur hujan. Warga Jakarta tentunya berharap musim hujan tahun ini tidak terjadi Banjir, tapi akan berbeda kalau yang datang adalah BANJIR ORDER.
Banjir Order tidak akan membuat orang menggerutu malah sebaliknya bersyukur atas banyaknya order yang datang.
Pertanyaannya bagaimana caranya agar Anda mengalami Banjir Order?
Mari kita perhatikan proses terjadinya banjir.
Banjir terjadi akibat dari tingginya curah hujan, sedangkan hujan terjadi melalui proses air yang menguap karena panas sinar matahari kemudian uap tersebut berkumpul menjadi awan. Kumpulan awan ini lama-kelamaan akan jatuh menjadi hujan.
Proses yang sama juga terjadi bila Anda ingin mengalami kebanjiran orderan. Mari perhatikan tahapan berikut ini :
1. Air menjadi Uap
Proses air menjadi uap akan terjadi kalau ada panas sinar matahari. Semakin panas sinar matahari maka akan semakin cepat air menguap. Panasnya sinar matahari ini adalah proses kerja keras yang harus dilalui, memang ada banyak teori yang mengatakan bahwa kita harus bekerja cerdas ( work smart ) tapi work smart juga harus diimbangi dengan work hard. Inilah tahapan ketika Anda berjuang memperkenalkan produk, membuka jaringan, seperti seorang petani yang membuka lahan sebelum memulai untuk menanam.
Jika Anda hanya berleha-leha maka jangan pernah berharap anda akan bisa mendatangkan ”hujan”.
2. Uap menjadi awan
Setelah Anda bekerja keras maka apa yang anda kerjakan akan mulai berbuah. Dari 100 orang calon prospek mulai ada beberapa yang tertarik dan membeli produk anda. Pada tahapan ini belum terjadi ”hujan” tetapi lebih kepada tahapan sedikit demi sedikit pelanggan mulai percaya kepada anda.
Inilah tahapan dimana Anda harus membangun kepercayaan yang diberikan pelanggan dengan baik. Semakin lama pelanggan-pelanggan yang puas dan percaya kepada Anda akan semakin banyak. Kalau Anda bisa mengelola tahap ini dengan baik maka hal itu seperti awan yang makin lama makin banyak dan siap menjadi hujan.
3. Awan menjadi Air Hujan
Pelanggan yang puas biasanya tidak akan berdiam diri, mereka akan menyampaikannya kepada relasi dan teman-teman mereka akan apa yang mereka alami. Contohnya kalau Anda pernah makan di suatu restaurant yang enak, kira-kira apa yang Anda lakukan? Biasanya Anda akan memberi tahu teman-teman agar mereka juga bisa merasakan kenikmatan masakan dari restaurant tersebut, bukan?
Inilah yang disebut dengan referensi, makanya tidak aneh kalau ada orang sales yang jualannya banyak tapi kelihatannya kurang terlalu aktif mencari order di lapangan ( Kanvassing ) karena mereka telah banyak mendapatkan referensi. Jika Anda sudah sampai di titik ini maka anda sudah mengalami apa yang dinamakan hujan order yang berlimpah yang tidak lama lagi akan membuat anda kebanjiran order.
Banjir Order tidaklah datang dengan sendirinya melainkan ada tahapan-tahapan yang harus dilewati. Kalau mau mengalaminya maka persiapkanlah diri Anda. Ketika setiap tahapan anda lakukan dengan baik maka tinggal menunggu waktu anda akan merasakan nikmatnya BANJIR ORDER.
Happy Selling,
Dedy Budiman M.Pd, CMA
Champion Sales Trainer
Founder KOMISI (Komunitas Sales Indonesia)

Mencari Kemenangan Sebelum Pertempuran

PLAN dedy budimanPasukan yang berjaya tidak akan berperang dengan musuh sampai kemenangan dipastikan. Pasukan yang ditakdirkan untuk kalah akan selalu berperang melawan musuh lebih dahulu, dengan harapan bahwa mereka dapat menang dengan sedikit keberuntungan. Sun Tzu
Di awal tahun 2016 Tono seorang Sales Asuransi bercita-cita melampaui target penjualan yang diberikan oleh perusahaannya. Dengan semangat tinggi Tono mencari data teman-teman SMA nya dan kemudian satu persatu dihubungi dan ditawarkan untuk mengambil asuransi. Setelah menghubungi 30 orang teman SMA nya Tono kehilangan semangat karena tidak ada satupun temannya yang tertarik untuk membeli asuransi.
Tono lalu menghadap kepada bu Rika atasannya dan menjelaskan kejadian yang dialaminya dengan perasaan seperti orang yang baru saja kalah berperang.
Mendengar cerita Tono, bu Rika bertanya “Gimana kondisi ekonomi teman-teman kamu Tono?”
Lalu Tono menjelaskan bahwa rata-rata teman SMA nya saat ini masih banyak yang belum bekerja dan keuangannya juga pas-pasan. Mendengar hal itu, bu Rika berkata kepada Tono bahwa apa yang dilakukan Tono itu ibarat seorang prajurit yang mau berperang tapi tidak tahu siapa lawannya, maka tidak aneh bila akhirnya tidak ada hasil yang didapat.
Semangat Tono memang bagus, tetapi semangat saja tidak cukup karena dalam menjual diperlukan juga strategi untuk mengetahui profil calon pelanggan yang akan dihubungi.
Seorang Sales yang sukses mencari kemenangannya sebelum terlibat dalam proses penjualan.
Harapan bukan metode untuk memenangkan penjualan ; Strategi yang mantap adalah metode untuk memenangkan penjualan.
Inti usulan dari Sun Tzu adalah “mencari kemenangan sebelum pertempuran”
Happy Selling,

Dedy Budiman M.Pd, CMA
Champion Sales Trainer
Founder KOMISI (Komunitas Sales Indonesia)

Pentingnya Membangun Hubungan Dengan Pelanggan

customer-relationshipApakah Anda pernah mendengar nama Ralph. R. Roberts?
Ralph. R. Roberts adalah seorang top real estate salesman, ia berhasil menjual lebih dari 600 properti—ratusan kali lebih banyak dari rata-rata salesman.
Dalam buku Walk Like a Giant, Sell Like a Madman, master pemasaran legendaris ini menyarankan agar kita berhenti berburu untuk mencari prospek baru dan mulai bertani.
Dengan bertransformasi dari pemburu menjadi petani, Anda akan mengubah seluruh gaya hidup Anda. Alih-alih tersiksa dengan pencarian yang tak kunjung dapat, Anda disarankan untuk membangun aliran referral yang tetap dan akan menghidupi Anda sepanjang tahun.
Cara mudah untuk menggambarkan ini semua adalah bahwa Anda disarankan untuk mengubah diri dari seorang sales yang hanya menawarkan produk/jasa menjadi lebih dari sekadar teman bagi pelanggan dan klien Anda.
Bila Anda hanya menjual, maka pelanggan akan hanya sekedar membeli. Bila Anda membangun relasi dan menjadikan pelanggan anda sebagai sahabat dekat, maka mereka akan selalu membeli dari Anda.
Saatnya untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan setiap pelanggan Anda.
Happy Selling,

Dedy Budiman M.Pd, CMA
Champion Sales Trainer
Founder KOMISI (Komunitas Sales Indonesia)

Pelanggan yang KOMPLAIN bisa menjadi pelanggan yang LOYAL terhadap Anda

Statistics suggest that when customers complain, business owners and managers ought to get excited about it. The complaining customer represents a huge opportunity for more business. Zig Ziglar

Keluhan atau komplain pasti dialami oleh semua perusahaan, baik besar maupun kecil.

Keluhan adalah hal yang tidak dapat dielakkan ketika anda berhadapan dengan pelanggan. Setiap pelanggan pasti punya harapan yang berbeda-beda.

Oleh sebab itu, SELLING bisa dikatakan sebagai sebuah proses yang dapat menimbulkan miskomunikasi sehingga akhirnya pelanggan tidak memperoleh apa yang mereka harapkan.

Menurut Ron Kaufman ada 3 tahap untuk menangani keluhan pelanggan, yaitu :

1.HANDLE the Emotion
Tahap Pertama adalah menangani emosi mereka dan menenangkan pelanggan. Dengan berempati kepada pelanggan, Anda sudah menempatkan diri didalam “sepatunya” dan melihat situasi dari posisi pelanggan.

2.Solve the Problem
Selanjutnya ialah memecahkan masalah pelanggan, tahap ini memerlukan kesabaran, kemampuan negoisasi dan persuasi yang tinggi.

3.Cheer Up the Customer Again!
Ingatlah, setiap kali Anda menyelesaikan masalah dengan pelanggan, jangan pernah membiarkan mereka pergi begitu saja. Selalu kejutkan mereka dengan hadiah-hadiah kecil (sangat cantik jika diikat dengan seutas pita). Pelanggan Anda akan sangat menyukainya.

INGATLAH pelanggan yang KOMPLAIN bisa menjadi pelanggan yang LOYAL, tetapi pelanggan yang tidak KOMPLAIN mungkin telah pergi meninggalkan Anda.

Happy Selling,
Dedy Budiman M.Pd
Champion Sales Trainer
Founder KOMISI